top social

Rabu, 20 Januari 2021

Cerita pendek




sakit jika terus dipendam
marah jika dibicarakan sesuatu hal yang tidak enak didengar
kecewa itu pasti

hati untuk dijaga bukan untuk dilukai
mulut untuk berkata-kata yang membangun bukan untuk menjatukan
mata untuk mengintropeksi diri bukan untuk melihat kejelekan orang lain
tangan itu untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan bukan dibuat untuk memukul orang
kaki itu untuk berjalan lebih cepat dari yang lain bukan untuk merendahkan orang lain

Manusia itu egois, sombong, merasa diri paling benar dari yang lain. tetapi pernahkah manusia itu berpikir justru sikapnya yang seperti itu malah membuat orang lain tersakiti, apakah manusia itu sempurna? tidak sempurna bukan? manusia itu seprti debu yang kalau ditiup angin akan hilang. 

Aku disini sendiri seperti tidak ada  teman, sahabat, keluarga pun jauh, selalu salah dimata orang, tidak pernah benar dalam melakukan segala suatu, apakah arti hidupku? jika keberadaanku disini hanya membuat masalah yang bahkan aku tidak pernah tau kenapa aku seperti itu, aku minta maaf. aku salah, aku hina, bahkan aku tidak layak disebut orang baik. aku tidak mengerti kenapa orang sangat suka mengungkit masa lalu. aku pikir mereka sudah melupakanya, tetapi kenyataannya permintaan maafku tidak cukup membuat mereka untuk tidak lagi menyebut-nyebut masa laluku. jika aku ada salah mengapa tidak langsung bilang padaku? tetapi lebih memilih untuk membicarakannya kepada orang lain. hatiku sangat sakit seperti mau mati rasanya saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut mereka. 

Hubungan percintaanku kandas kerena orang tua yang tidak menyetujuinya. diawali dengan kisah indah tetapi berakhir luka. aku pikir aku dengannya sama-sama mengerti kondisini yang kami alami, tetapi pada kenyataannya cuma aku yang mengerti. dia berkata seolah-olah hanya dirinya yang berjuang sendirian

Tetapi aku bersyukur sepahit-pahitnya hidupku, Tuhan tidak pernah meninggalkan aku meskipun aku sering kali membuat Tuhan kecewa, Ia tetap mencintaiku bahkan Ia sendiri yang datang menghampiriku dan memberikaku pelukan yang hangat yang membuatku nyaman dan tidak ingin melepas pelukanNya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar