top social

Kamis, 26 Juli 2018

SEKEDAR TAU AJA


The Radical Disciple

                       hay guys ketemu lagi sama saya di blog ristaliaNS, kali ini saya mau berbagi sesuatu yang saya dapat dari buku yang saya baca, yang judul nya ada di atas hehehe!!
            buku yang saya baca menceritakan seorang murid yang radical. ngomong-ngomong radical itu apa ya? ada yang tau? hehehe
                      kalau nggak ada yang tau saya yang jawab deh :) Radical adalah berakar. udah tau kan teman-teman?? jadi kalau di artiin judul yang di atas berarti " Murid yang Berakar". okay saya akan cerita mulai dari sini yaitu : Non-konfornitas


             Non-konformitas
       Non-konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial, ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada.  contohnya gereja, Gereja memiliki tanggung jawab ganda dengan dunia sekitar kita. Di satu sisi kita ada untuk hidup, melayani, dan bersaksi di tengah-tengah dunia ini. Namun di sisi lain menghindarkan diri kita agar tidak terkontaminasi oleh dunia. Jadi kita harus menghindari dua hal yang sangat penting untuk menjaga diri kita. dua hal yang harus kita hindari ialah:
        Eskapisme  ( melarikan diri dari dunia )
        Konformisme ( mengorbankan kekudusan dengan menjadi serupa dengan dunia )
   salah satu tema besar dari seluruh Alkitab ialah “ Allah memanggil sebuah umat bagi diri-Nya dan memerintahkan kita untuk hidup berbeda dari orang lain. Bdk roma 12:2
          panggilan Allah untuk sebuah pemuridan yang radikal ialah non-konformitas yang radikal terhadap budaya yang ada disekitar kita.
ada 4 pemikiran tentang tren-tren Kontemporer :
        Pluralisme
        Meterialisme
        Semangat berbahaya dari relativisme etika
        Moralitas





                  Keserupaan dengan Kristus
     Allah ingin umat-Nya menjadi serupa dengan Kristus sebab keserupaan dengan Kristus adalah kehendak Allah bagi umat-Nya.       Dasar Alkitabiah dari panggilan untuk menjadi serupa dengan      Kristus
          dasar Alkitabiah ini tidak berasal dari sebuah teks tunggal,sebab dasar ini terambil dari tiga teks. Bdk Rm 8:29; 2 kor 3:18; 1 yoh 3:2.
Ada tiga cara pandang yang kesemuanya menunjuk kearah yang sama :
        Lampau
        Kekinian
        Dan Masa Depan
             jadi dasar Alkitabiah ialah bahwa keserupaan dengan Kristus adalah tujuan Allah bagi umat-Nya.
        Beberapa contoh perjanjian baru tentang bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus :
        kita menjadi Serupa Kristus dalam Inkarnasi-Nya ( Bdk. filipi 2:5-8 )
        kita menjadi Serupa Kristus dalam Pelayanan-Nya ( Bdk. yoh 13:14-15 )
        kita menjadi Serupa Kristus dalam Kasih-Nya (Bdk.      Efesus 5:25)
        kita menjadi Serupa Kristus dalam Ketabahan-Nya ( Bdk. 1 pet 2:18 )
        kita menjadi Serupa Kristus dalam Misi-Nya ( Bdk. Yoh 17:18;20:21




        Tiga Konsekuensi  Praktis
         Keserupaan dengan Kristus dan Misteri Penderitaan (Bdk. Rm 8:28 )
         Keserupaan dengan Kristus dan Tantangan Penginjilan
         Keserupaan Kristus dan Berdiamnya Roh Kudus


                  Kedewasaan
      kedewasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan amarah juga mengetahui mana yang baik dan yang tidak baik.  Ada beberapa jenis kedewasaan :
        Kedewasaan Fisik
        Kedewasaan Intelektual
        Kedewasaan Moral ( Bdk. Ibrani 5:14 )
        Kedewsaan Emosional
        Dan Kedewasaan Rohani
             kedewasaan rohani sering disbut juga kedewasaan didalam Kristus , yakni memiki hubungan yang dewasa dengan Krisrus.
       
      Bagaimana oarang-orang kristen menjadi dewasa?
       jika kedewasaan kristen merupakan kedewasaan dalam relasi kita dengan Kristus, baik dalam penyembahan ,dalam iman dan ketaatan kita, maka semakin jelas kita melihat Kristus, kita jadi makin yakin bahwa Ia layak menerima komitmen kita.




                    Kepedulian Terhadap Ciptaan
dalam penciptaan, Allah mendirikan bagi manusia relasi yang sangat fundamental:
        relasi terhadap diri-Nya sendiri, sebab ia menciptakan mereka dengan gambar dan rupa-Nya.
        relasi satu terhadap yang lain, sebab umat manusia merupakan makhluk yang majemuk sejak mulanya
        relasi terhadap bumi yang diciptakan baik.

       akan tetapi, ketiga relasi ini jadi tidak terhubung lagi akibat kejatuhan manusia kedalam dosa, mereka jadi saling menyalakan satu sama lain dan bumi yang baik menjadi terkutuk akibat ketidaktaatan mereka. di dalam 2 pet 3:13; wahyu 21:1, mengatakan bahwa " bagian yang esensial dari pengharapan kita bagi kesempurnaan masa depan yang sedang menanti kita pada akhir masa.
      bagaimana seharusnya sikap kita terhadap bumi? Alkitab menunjukkan caranya bersikap terhadap bumi, dengan dua penguatan yang sangat mendasar ( Bdk Mzr 24:1; 115:16 ). pernyataan bahwa" Tuhanlah yang empunya bumi" dan bahwa" bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia" merupakan dua hal yang saling melengkapi dan tidak saling bertentangan. sebab bumi merupakan  milik Allah, karena memang diciptakan oleh Allah dan merupakan milik kita, bukan berarti Allah telah menyerahkannya kepada kita s ehingga Ia kehilangan hak atasnya, akan tetapi Ia memberikan kita tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan bumi ini untuk Allah.
    Ada dua hal posisi ekstrim yang harus kita hindari supaya kita tetap melakukan relasi dengan baik :
        kita harus menghindari diri kita untuk mengilahkan alam. contohnya : gerakan Gaia ( gerekan mempercayai bahwa bumi adalah superorganisme yang mampu menyesuaikan diri juga memelihara kehidupan yang berjalan didalamnya )
        kita harus menghindari diri dari eksploitasi alam. Bdk kej 1:26-28

panggilan untuk bekerjasama dengan Allah untuk menggenapi rencana-Nya, dalam hal mentransformasi seluruh ciptaan untuk kenikmatan dan keuntungan bagi semua manusia. pekerjaan ini, semestinya menjadi sebuah ekspresi dari ibadah kita sebab kepeduliaan kita terhadap lingkungan akan mencerminkan kasih kita terhadap Sang Pencipta.
Krisis Ekologi
empat aspek Krisis Ekologi meliputi :
        terjadi percepatan pertumbuhan  penduduk dunia
        semakin menipisnya sumber daya alam
        masalah pembuangan limbah
        perubahan iklim

dari ke empat bahaya terhadap lingkungan, kita dapat melihat bahwa planet kita sedang dalam bahaya yang besar.



5. Kesedehanaan
        orang yang hidup sederhana sangatlah luar biasa, sebab sekali pun ia hidup dalam kesederhanaan, ia tetap mau berbagi kepada orang yang membutukan.
        Penciptaan ( Bdk 1 tim 4:4;6:17 ). ciptaan Allah dikenali lewat ketersediannya yang melimpah dan keragamannya demi kebaikan segala makhluk. orang yang  merusak lingkungan hidup, mencerminkan tragedi dari peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa dan menyangkal kebaikan Sang Pencipta.
        Menjadi pengurus atas Penciptaan Allah ( kej 1:26-28). Ia menjadikan kita untuk mengurus dan bertanggung jawab kapada Sang Pencipta ( kis 3:21 )
        Kemiskinan dan Harta Kekayaan(Bdk luk 12:15). panggilan Allah bagi para penguasa ialah agar mereka menggunakan kuasa mereka untuk membela orang-orang miskin, bukannya mengeksploitasi mereka. gereja harus berdiri bersama Allah dan orang-orang miskin untuk melawan ketidakadilan, menderita bersama, dan menyerukan kepada penguasa agar mereka memenuhi peran yang sudah Allah gariskan kepada mereka. sebab kekayaan membawa kekhawatiran, kesaksian dan jaminan yang palsu, penindasan terhadap kaum lemah, dan ketidakpedulian terhadap penderitaan orang-orang yang membutuhkan. Bdk. 1 tim 6:18; 2 kor 8:9.
        komunitas baru ( Bdk. kis 5:4; 4:32;4:34 ). prinsip kedermawaan dan kehidupan penuh pengorbanan ini, yang terekspresikan manakala diri kita dan harta milik kita tersedia bagi mereka yang membutuhkan. ( Bdk. 1 kor 11: 20-27; 2 kor 8:10-15) Kristus memanggil kita untuk menjadi garam dan terang dunia, demi mencegah kehancuran sosial dan menerangi kegelapan yang terjadi didalannya.
        Gaya hidup, ketaatan kristen kita menuntut sebuah gaya hidup sederhana tanpa bergantung oleh kenyataan bahwa memang ada banyak orang yang berkekurangan.
        Pekembangan Internasional, tuntutan bagi hadirnya tatanan ekonomi internasional yang baru merupakan ekspresi dari kefrustasian yang dialami oleh negara-negara berkembang.
        Keadilan dan  Politik, perubahan dapat terjadi, meskipun bukan sekedar melalui komitmen untuk hidup sederhana atau proyek pengembangan kemanusiaan semata.
        Pekabaran Injil, kepedulian terhadap gaya hidup atau keadilan tidak mengulangi urgensi pengembangan strategi-strategi pekabaran injil yang tepat terhadap lingkung budaya yang berbeda.
        Kedatangan Tuhan, ketidakadilan yang dilakukan umat Allah dan mengingatkan mereka akan penghukuman Allah yang akan tiba.



6. Keseimbangan ( Bdk yoh 3:7 )
      tiga bagian konsep seimbang :
        kita Dipanggil kepada pemuridan
        kita Dipanggil baik dalam penyembahan maupun dalam karya nyata
        kita Dipanggil baik dalam perjalanan pengembaraan maupun dalam identitas kewarganegaraan surga



7. Kebergantungan
            kebergantungan merupakan satu-satunya sikap yang tepat yang harus dimiliki oleh seorang murid yang radikal.
kita datang kedunia ini  secara penuh bergantung pada kasih, perhatian, dan perlindungan orang lain. itulah sebabnya di dalam pribadi Kristus kita belajar bahwa kebergantungan tidaklah dapat membuat sseorang tinngi.




8. Kematian
            kehidupan dan kematian merupakan dua kenyataan tak berbantah yang akan kita alami, dan keduanya sangat misterius juga sukar untuk dijelaskan. Bdk. Rm 6:13, perspektif ini sangat berbeda dari asumsi-asumsi pemikiran sekuler.
                  jadi,  jangan pernah mengaku dirimu sebagai orang kristen, jika kelakuanmu tidak mencerminkan niali Kristus didalam hidupmu. Kamu juga harus tau hal yang mendasar yang diperlukan dalam semua pemuridan adalah bahwa ketetapan hati kita tidaklah sekedar nyanjung Yesus dengan gelar-gelar yang santun, namun juga mengikutu ajaran-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya.