aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti embun hinggap ditepian daun dan tanah yang
sabar menyambutnya jatuh
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti mata yang berkedip menyambut pagi, dan
daun jendela
yang mengintip matahari
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti gerimis pada jendela dan uap nafasmu
menulis nama :’kita’
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti waktu yang tak pernah berhenti dan
senyummu yang mengabadikannya
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti sebuah peluk yang sebentar
dan satu kecup yang pelan saja
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata ‘ rindu ‘ yang kuucap dan kau
membalasnya dengan ‘ aku juga ‘
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin melupakanmu dengan sederhana
sesederhana air mata yang mengalir,
sesederhana genggam tangan yang lepas
tapi aku ingin mencintaimu
mengapa cinta membuatku mencintaimu,
ketika pada
saat yang sama
kau mencintai orang yang bukan aku ?
ketika telah membuka hati,
aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi
apakah setelah cinta memang harus selalu ada air
mata dan luka dihati ?
kegelapan malam inikah yang kau lihat di mataku ?
tidak ada apa-apa disana
Hanya sehamparan hitam yang tidak pernah
menghendaki putih
Hanya sebentang bayangan yang tidak menginginkan
secercah pu cahaya
Hanya setumpuk luka yag tidak menginginkan
kesembuhan
Hanya keheningan yang tidak
menginginkan ada suara

